Halaman-Judul
Pengesahan Pembimbing
Pengesahan Penguji Tesis
Pernyataan Keaslian Tesis
Kata Pengantar
Dafaftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Bagan
Daftar Grafik
Daftar Lampiran
Daftar Singkatan Kata
ABSTRAK
ABSTRACT
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Tahanan, Narapidana dan Lembaga Pemasyarakatan
B. Gangguan Depresi
C. Musik, Pengaruh dan Terapi Musik
D. Kerangka Berpikir
E. Hipotesis
BAB III METODE PENELITIAN
Prolog
A. Tempat dan Waktu Penelitian
B. Populasi dan Sampel
C. Kriteria Eksklusi
D. Variabel-variabel Penelitian
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Teknis Analisis Data
G. Alur Penelitian
H. Pelaksanaan Penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
B. Pembahasan
C. Keterbatasan
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Implikasi
C. Saran
KEPUSTAKAAN
LAMPIRAN
Tampilkan postingan dengan label tahanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahanan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Mei 2013
DAFTAR ISI (TAUTAN)
Label:
abstrak,
bagan,
DAFTAR ISI,
depresi,
halaman,
hasil,
hipotesis,
judul,
kesimpulan,
lampiran,
link,
manfaat,
metode,
penelitian,
pengesahan,
sinkatan kata,
tabel,
tahanan,
TAUTAN,
tujuan
Pengaruh Musik Terhadap Intensitas Depresi Tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta
Tesis : Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta
Sam Eddyanto, S4501003. 2008.
Sam Eddyanto, S4501003. 2008.
ABSTRAK
Prevalensi sesaat (point prevalence) gangguan depresi para tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta pada tahun 2003 mencapai 69,9% dengan menggunakan Beck Depression Inventory. Terapi musik berkembang pesat di Amerika Serikat dan terjadi kontroversi hubungan musik dan kecerdasan spasial pada tahun 1994. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik (Mozart dan karawitan) untuk menurunkan intensitas depresi.
Penelitian eksperimental dengan rancangan the pretest-postest control group design, dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surakarta dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling. Subyek penelitian sebanyak 90 orang, randomisasi masing-masing: 30 tahanan pada kelompok perlakuan I (mendengarkan musik klasik Mozart) dan kelompok perlakuan II (mendengarkan musik karawitan), masing-masing selama 1 jam/hari, 14 hari berturut-turut dan 30 tahanan sebagai kelompok kontrol. Intensitas depresi diukur dengan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI).
Hasil analisis statistik didapatkan perbedaan yang bermakna penurunan intensitas depresi (BDI) 20% dari nilai awal untuk kelompok perlakuan mendengarkan musik Mozart dibandingkan kelompok pembanding (kontrol) (X2=6,212; p=0,013) dan penurunan intensitas depresi (BDI) 14% dari nilai awal untuk kelompok karawitan dibandingkan dengan kelompok pembanding (X2=4,474; p=0,034).
Kesimpulan musik Mozart dan musik karawitan Ki Nartosabdho terbukti mempunyai pengaruh menurunkan intensitas depresi (BDI).
Kata kunci: gangguan depresi - tahanan - terapi musik (Mozart/Karawitan)
Prevalensi sesaat (point prevalence) gangguan depresi para tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta pada tahun 2003 mencapai 69,9% dengan menggunakan Beck Depression Inventory. Terapi musik berkembang pesat di Amerika Serikat dan terjadi kontroversi hubungan musik dan kecerdasan spasial pada tahun 1994. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik (Mozart dan karawitan) untuk menurunkan intensitas depresi.
Penelitian eksperimental dengan rancangan the pretest-postest control group design, dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surakarta dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling. Subyek penelitian sebanyak 90 orang, randomisasi masing-masing: 30 tahanan pada kelompok perlakuan I (mendengarkan musik klasik Mozart) dan kelompok perlakuan II (mendengarkan musik karawitan), masing-masing selama 1 jam/hari, 14 hari berturut-turut dan 30 tahanan sebagai kelompok kontrol. Intensitas depresi diukur dengan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI).
Hasil analisis statistik didapatkan perbedaan yang bermakna penurunan intensitas depresi (BDI) 20% dari nilai awal untuk kelompok perlakuan mendengarkan musik Mozart dibandingkan kelompok pembanding (kontrol) (X2=6,212; p=0,013) dan penurunan intensitas depresi (BDI) 14% dari nilai awal untuk kelompok karawitan dibandingkan dengan kelompok pembanding (X2=4,474; p=0,034).
Kesimpulan musik Mozart dan musik karawitan Ki Nartosabdho terbukti mempunyai pengaruh menurunkan intensitas depresi (BDI).
Kata kunci: gangguan depresi - tahanan - terapi musik (Mozart/Karawitan)
Label:
Beck depression inventory,
bermakna,
depresi,
eksperimental,
gangguan,
Karawitan,
Ki Nartosabdho,
kontrol,
menurunkan,
Mozart,
musik,
pengaruh,
perbedaan,
perlakuan,
postest,
pretest,
tahanan,
terapi
Langganan:
Postingan (Atom)